headerphoto

LOMBOK BARAT UNGGUL, MANDIRI, SEJAHTERA DAN BERMARTABAT DILANDASI NILAI PATUT PATUH PATJU

Pelaksanaan

Pelaksanaan Center Plan Clinic


Diagram Alir Keja

 

 

Pelaksanaan Sinkronisasi

Pelaksanaan Sinkronisasi dokumen perencanaan yang merupakan domain dari Center Plan Clinic adalah dimulai dari hasil musrenbang kecamatan, dilakukan proses sinkronisasi dengan dokumen rancangan awal RKPD. Ada dua kemungkinan yang dijumpai, yaitu : 1) apabila hasil musrenbang kecamatan sinkron dengan rancangan awal RKPD dan rancangan awal Renja SKPD, maka hasil musrenbang kecamatan akan dilanjutkan dan dijadikan bahan perbaikan rancangan awal RKPD menjadi Rancangan RKPD, dan pada level SKPD, menjadi Rancangan Renja SKPD; 2). apabila tidak sinkron dengan rancangan awal RKPD, dan Rancangan awal Renja SKPD, maka hasil musrenbang Kecamatan ditampung dan diakomodir pada tahun berikutnya.

 

Tim pengelola CPC, selanjutnya memastikan bahwa dokumen Rancangan Renja SKPD sudah sinkron dengan Rancangan RKPD, untuk selanjutnya dijadikan bahan dalam Musrenbang Kabupaten. Pada saat sidang klinis Tim pengelola CPC juga terus memastikan apakah seluruh program yang direncanakan sudah sinkron dengan dokumen RPJMD Kabupaten dan dokumen RPJMD Provinsi.

 

Hasil sinkronisasi Rancangan RKPD dengan Hasil Musrenbang Kabupaten, menjadi dasar untuk penyempurnaan Rancangan RKPD kemudian ditetapkan menjadi RKPDdengan Peraturan Bupati. RKPD yang telah ditetapkan dengan Peraturan Bupati menjadi dasar untuk melakukan verifikasi rancangan awal KUA-PPAS SKPD.Selanjutnya KUA-PPAS yang telah dibahas oleh pokja Center Plan Clinic diserahkan kepada TAPD. Tim Pokja Center Plan Clinic adalah merupakan Tim Ad Hoc yang bekerja hanya pada saat pelaksanaan Musrenbang kecamatan sampai dengan Musrenbang kabupaten dan berfungsi sebagai pendamping untuk sinkronisasi dokumen perencanaan dan sinergitas untuk program kerja lintas SKPD. Sementara pada saat penyusunan Rancangan awal RKPD maupun Rancangan awal KUA-PPAS Tim Pokja Center Plan Clinic bekerja sebagai evaluator. Selanjutnya Rancangan KUA-PPAS yang telah sinkron dan bersinergi diserahkan kepada TAPD yang selanjutnya dibahas di DPR.

 

Pelaksanaan Sinergitas

Pelaksanaan Sinergitas dilakukan dengan cara melakukan mapping antara suatu program pada suatu SKPD dengan SKPD lainnya agar tidak tumpang tindih dan dapat bersinergi antara yang satu dengan yang lainnya. Contoh : Program Daerah dalam mengembangkan destinasi wisata, maka kegiatan pada Dinas Pariswisata adalah membangun sarana prasarana pada tujuan wisata yang dikembangkan, sinergikan dengan Dinas PU apakah akses jalan menuju daerah tersebut sudah baik, bila belum, maka dialokasikan peningkatan jalan menuju derah tersebut, dan disperindang apakah perlu membangun sarana pedagang untuk souvenir, kuliner dll.