headerphoto

LOMBOK BARAT UNGGUL, MANDIRI, SEJAHTERA DAN BERMARTABAT DILANDASI NILAI PATUT PATUH PATJU

Analisis Ketenegakerjaan 2015

tenagakerja.jpgTuntutan pembangunan yang mendukung dan berkesinambungan semakin meningkat sejalan dengan bergulirnya reformasi. Paradigma pembangunan mengalami perubahan bentuk dari pembangunan government yang menekankan bahwa pemerintah memegang peran dominan dalam pembangunan menjadi governance yang menjadikan pelaku pembangunan yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat memegang peran yang sama penting dalam pembangunan.

Untuk mengevaluasi perkembangan pembangunan manusia suatu bangsa salah satunya diukur dari profil ketenagakerjaannya. Pembangunan manusia dipahami sebagai kumpulan berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, dan sejalan dengan meningkatnya kesejahteraan tersebut maka profil ketenagakerjaan harus memperlihatkan kondisi yang membaik dimana salah satunya dapat dilihat dari turunnya angka pengangguran. Kesejahteraan sendiri diukur dari seberapa banyak rakyat yang dapat hidup layak. Mereka yang tidak dapat hidup layak akan masuk ke dalam kemiskinan. Secara absolut, penduduk dikatakan miskin ketika tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya (basic needs) seperti pangan, sandang, papan dan tidak mempunyai kemampuan untuk mengakses berbagai pelayanan dasar seperti air bersih, sanitasi, transportasi umum, fasilitas kesehatan, dan pendidikan. Ketidakmampuan yang menjerumuskan penduduk ke dalam kemiskinan tersebut tidak lain adalah kemampuan daya beli yang tidak memadai.

Salah satu tantangan besar bagi bangsa Indonesia adalah menciptakan lapangan kerja atau usaha yang layak (decent work) bagi angkatan kerja yang besar dan cenderung terus meningkat karena perubahan struktur umur penduduk. Tantangan tersebut mencakup dua hal sekaligus, yaitu penciptaan lapangan pekerjaan baru bagi angkatan kerja yang belum bekerja dan peningkatan produktivitas kerja bagi mereka yang sudah bekerja sehingga memperoleh imbalan kerja yang memadai untuk dapat hidup layak (decent living).

Tingginya angka pengangguran tidak hanya menimbulkan masalah-masalah dibidang ekonomi saja, melainkan juga menimbulkan berbagai masalah dibidang sosial seperti kemiskinan dan kerawanan sosial. Terkait dengan banyaknya pengangguran maka banyak pula penduduk yang kemampuan daya belinya tidak memadai sehingga memaksa mereka jatuh dalam jurang kemiskinan. Selain dihadapkan pada masalah pengangguran, keadaan ketenagakerjaan juga dihadapkan pula pada masalah setengah pengangguran, yang secara ekonomi tergolong bekerja namun jam kerjanya berada dibawah jam kerja normal. Hal ini tentunya juga terkait dengan masalah produktivitas tenaga kerja dalam mewujudkan decent living.


Unduh Analisis Ketenagakerjaan Kab. Lombok Barat Tahun 2015